Langsung ke konten utama

New Post

Perempuan Negeri Di Atas Air Bicara Rasa : Rasa Penasaran Terhadap Perempuan Desa Kecamatan Danau Panggang Yang Berbuah Pelajaran

Sebuah pelajaran yang diserap dari para perempuan Negeri Di Atas Air, tentang bicara rasa dan asa. Apa yang ada di benak seorang perempuan Jawa melihat rumah-rumah berjejer di tengah sungai seluas lautan?  Shock! Heran, kok bisa ada pedesaan di tempat yang minus daratan! Banyak pertanyaan di kepala Perasaan yang perlu dikonfirmasikan Penasaran yang butuh jawaban Ini bukan tentang rasa-rasa dalam radar lara atau nestapa Ini tentang rasa penasaran yang berbuah pelajaran Geo-shock!  Mungkin Anda juga akan ternganga melihat sungai yang begitu besar di kanan kiri jalan yang Anda lalui. Terlebih jika kita sama, mulai lahir, tumbuh dan hidup di Pulau Jawa. Berapa sih lebar sungai di Jawa itu? Di hulu sungai pun, paling besar mungkin 200 meter-an saja. Rata-rata sungai di Jawa lebarnya  30-80 meter. Dan itupun jumlahnya tak banyak.  Melihat peta geografis posisi Pulau Kalimantan ada di atas Pulau Jawa. Nampak tak begitu jauh, ya? BaBayangannya tak beda jauh dengan Pulau Jawa...

Perempuan Tangguh Berdaya dan Berkarya dari Literasi

Perempuan Tangguh Berdaya
Perempuan Tangguh Berdaya

Perempuan Tangguh Berdaya

Mengapa perempuan harus tangguh? tidakkah cukup dengan lemah lembut dan penuh kasih? Perempuan jadi tangguh bila ia berdaya. Berdaya karena mampu berkarya, mandiri secara fisik dan finansial. 

Tantangan jaman menuntut setiap pribadi dan keluarga lebih tangguh untuk bertahan dan menjadi pemenang kehidupan. Jaman memang serba makin mudah, namun persaingan dan perjuangan justru makin berat. Keluarga tangguh niscaya akan terbangun dari perempuan yang tangguh. Karena perempuan adalah jantung keluarga, penyala obor semangat dan kasih sayang. 

Tangguh secara mental 

Perempuan yang bagaimanakah yang bermental tangguh? Menurut WHO (2014), seseorang yang sehat secara mental adalah individu yang memiliki beberapa kriteria di bawah ini:

1. Mengenali potensi diri

Beragam aktivitas dicoba dan dikerjakan hingga tahu benar mana aktivitas yang paling digemari.

2. Mampu mengatasi stress sehari-hari

Tak bisa dihindari, terkadang persoalan dan berbagai tantangan hidup menumpuk dan membuat stress. Perempuan tangguh paham benar bagaimana mensiasati gejolak emosi dan beban pikiran. agar tidak berlarut-larut.

3. Produktif, don't meaning lost (merasa tidak sempurna, tidak berguna)

Perempuan yang produktif mampu mandiri secara fisik dan finansial, tidak bergantung pada orang lain, bahkan pada pasangannya. Otomatis akan tumbuh rasa percaya diri dan berdikari. 

4. Bermanfaat bagi orang lain. 

Naluri manusia membantu manusia lainnya. Seolah ada ruang yang belum terisi bila masih tidak mampu bermanfaat bagi orang lain. 

Literasi (bisa) sebagai jalan untuk revolusi mental

Sejatinya dalam keseharian kita telah berliterasi. Berbicara, mendengar, membaca dan menulis, bahkan bermain gawai pun, merupakan bentuk berliterasi. Menurut Elizabeth Sulzby, literasi adalah kemampuan berbahasa yang dimiliki oleh seseorang dalam berkomunikasi 'membaca, berbicara, menyimak dan menulis dengan cara yang berbeda sesuai dengan tujuannya. 

Menurut, Education Development Center (EDC) literasi adalah kemampuan seseorang dalam memakai potensi yang dimilikinya, tidak hanya kemampuan baca tulis saja. 

Perempuan yang sehat secara mental punya self concept yang positif, Bagaimana cara dan sikap seorang individu memandang dirinya sendiri, itulah konsep diri (self concept). sehingga self  ideal, self image dan self esteemnya otomatis juga akan positif.

Literasi (bisa) sebagai jalan untuk revolusi mental, mungkinkah?

1. Mengenali potensi diri lewat literasi

Literasi tidak bisa dipisahkan dari keseharian perempuan. Terlebih kaum hawa yang struktur otaknya lebih tebal pada corpus collusumnya, membuat perempuan butuh berkomunikasi mengeluarkan 20.000 kata per hari. Bisa berupa lisan dan atau tulisan. Curahan hati para perempuan bisa dituangkan dengan beragam bentuk literasi. Tulisan bisa berupa kisah nyata, fiktif, dongeng, blogging. Beragam cara berliterasi bisa menjadi jalan untuk mengenali diri.

2. Mampu mengatasi stres, literasi sebagai terapi 

Menulis mampu mengurai kalut hati dan pikiran. Segala yang berkecambuk di hati dan pikiran seolah dituangkan ke suatu bidang kertas/papan, seolah-olah mengeluarkan 'masalah' tersebut dari dalam diri. Sehingga kita bisa memandangnya/membacanya dengan kesadaran yang lebih baik. Bahkan, dari coretan curahan hati bisa menjadi sebuah karya agung. Seperti buku  "Ainun & Habibie" yang ditulis oleh Prof B.J Habibie saat terpuruk sepeninggalnya ibu Ainun. Contoh lain adalah buku "I am Malala" ditulis oleh seorang gadis kecil yang berjuang agar anak-anak perempuan di Pakistan mendapatkan akses pendidikan lebih banyak. Adalah Malala Yousafzai yang terus semangat berjuang walau hidupnya terus terancam dan bahkan akhirnya ditembak oleh musuh. Kisah penderitaanya ia tuliskan dalam buku tersebut, dan sukses mengetuk perhatian dunia Internasional untuk membantu perjuangan mulianya. 

3. Produktif, menghasilkan karya melalui literasi

Dunia literasi bisa dibilang sesuai untuk perempuan karena alasan-alasan diatas. Banyak bentuk literasi yang bisa diproduksi perempuan sesuai dengan kemampuan dan passionnya. Tidak hanya berupa tulisan, bisa berupa olah suara, konten media sosial, dan lain sebagainya. 

4. Bermanfaat bagi orang lain, karya sebagai legacy

Manusia sebagai makhluk sosial fitrahnya adalah mampu memberi manfaat bagi orang lain. Implikasinya mampu menambah rasa berdaya dalam diri perempuan. Self esteem yang makin baik. 

Talkshow "Women Literasi Festival
Talkshow "Women Literasi Festival"


Semoga intisari paparan Zakiyah Darojah pada Tuesday Talk Series yang diselenggarakan oleh Lumbung Ilmu Ibu Profesional , 4 Maret 2023, bertajuk Perempuan Tangguh Berdaya dan Berkarya dari Literasi, bermanfaat bagi para perempuan Indonesia. Agar sama-sama mampu berdaya dan berkarya dengan bahagia. 






Komentar

Postingan Populer