Langsung ke konten utama

New Post

Sibuk atau Produktif

Sibuk atau Produktif Istilah sibuk atau produktif tak melulu identik dengan perempuan pekerja atau wanita karier. Seorang full time mom  atau ibu rumah tangga juga sangat bisa terjangkiti istilah happening ini. Adalah hal yang lazim, pada zaman internet of things saat ini, perempuan dan semua orang bisa bekerja dan berkarya dari mana saja. Dari rumah, cafe , perpustakaan, kamar hotel, dapur, gudang dan bahkan dari taman bermain, Semua bisa 'bekerja' dengan atau tanpa tersambung dengan internet. Tak lagi terkotak-kotak pada ruang kerja, kubikel, kantor atau pabrik. Sebab itulah seorang perempuan atau ibu rumah tangga, sangat bisa bekerja atau produktif dari rumah. Caranya? Mari kita maknai dulu arti kata produktif! Sibuk atau Repetisi Tak Berujung Peran seorang ibu rumah tangga tentu jamak. Disamping sebagai individu, juga melekat peran sebagai istri, ibu, saudara, anak dari orang tuanya. Beragam peran yang diemban oleh ibu rumah tangga berkonsekuensi dari banyaknya tugas pera

Berkebun Mudah Dari Rumah

 

Berkebun mudah dari rumah


Adakah yang sepakat dengan judul diatas?

Dulunya saya menjawab tidak! 

Sejak dulu tidak ada minat bermain tanah dan tanaman. Sudah lama mengklaim diri tak pandai merawat tanaman dan juga hewan peliharaan. Mungkin karean sejak dulu di keluarga juga tidak terbiasa mempunyai 'peliharaan'. Jadi, secara ilmu dan pengalaman tidak ada. 

Setelah menyimak kuliah tamu Jumagi tentang berkebun bersama ahli, yaitu Britania Sari. Baru itu kali pertama ku belajar serius selama 2 jam tentang berkebun. Saat itu dijelaskan dengan lengkap oleh beliau segala hal tentang berkebun. Hasilnya, saya tertarik dan berminat mencoba berkebun. Bukan semata karena ada challenge yang harus dikerjakan, tapi karena ingin bisa.

Dikuatkan lagi oleh statement dari pemateri bahwa "tidak ada tangan panas", mitos yang selama ini mengutukku dan menjadi alasan ku untuk tidak belajar berkebun. Bahwa semua orang bisa berkebun, akan sukses menanam bila mau berusaha belajar dan praktek. So, aku coba mematahkan mitos sesat itu dan praktek atas teori yang sudah kudapatkan. 

Break my limit! ini yang sedang kulakukan, dengan mendobrak kuadran yang aku tidak bisa dan aku tidak suka. Harapannya bila aku bisa, lama kelamaan aku kan menyukai berkebun. Motivasinya karena ingin merasakan manfaatnya yang begitu banyak, selain itu karena aku tuh doyan sayur, pengen banget bisa metik sayur dari halaman sendiri. 

Mulai dari yang mudah, mulai dari rumah

Mulai dari step yang mudah, yaitu regrow, dari tanaman yang mudah tumbuh dan umur pendek, yaitu bayam. Karena gemar membuat minuman seduhan herbal, maka ku coba regrow kunyit, jahe, temu kunci dan sereh. kucoba juga menanam biji pepaya dan benih bayam.

Setelah menyimak materi kucatat perlengkapan yang diperlukan: tanah, pupuk kandang/humus, sekam bakar, sekam mentah, pot ukuran 35cm dan 20cm, cetok. benih bayam. 

Semua kubeli baru dari toko bunga yang bisa delivery ke rumah, kecuali tanah Bersama anak-anak kami belajar berkebun bersama. Sangat menyenangkan! kami belajar sambil bermain. Semoga hasilnya nanti baik sehingga lebih semangat lagi berkebunšŸ˜Š

Pertama, siapkan media tanam: tanah, pupuk humus (pupuk kandang tidak tersedia), sekam bakar dengan takaran sama. Diaduk rata, dibagi ke pot-pot dan disimpan selama 3 hari di tempat teduh.


Persiapan media tanam
Persiapan media tanam

Setelah media tanam siap (setelah 3 hari), tancapkan empon-empon yang akan di regrow, letakkan di tempat yang teduh juga/ tidak banyak mendapat sinar matahari (khusus empon-empon jahe, kunyit, kunci)

regrow sereh





Persiapan empon empon yang akan diregrow



Tanam biji pepaya

benih bayam yang akan disemai


 

#berkebunchallenge

#challenge4gp5

#gemaripratama5


Komentar

Postingan Populer