Langsung ke konten utama

New Post

Perempuan Negeri Di Atas Air Bicara Rasa : Rasa Penasaran Terhadap Perempuan Desa Kecamatan Danau Panggang Yang Berbuah Pelajaran

Sebuah pelajaran yang diserap dari para perempuan Negeri Di Atas Air, tentang bicara rasa dan asa. Apa yang ada di benak seorang perempuan Jawa melihat rumah-rumah berjejer di tengah sungai seluas lautan?  Shock! Heran, kok bisa ada pedesaan di tempat yang minus daratan! Banyak pertanyaan di kepala Perasaan yang perlu dikonfirmasikan Penasaran yang butuh jawaban Ini bukan tentang rasa-rasa dalam radar lara atau nestapa Ini tentang rasa penasaran yang berbuah pelajaran Geo-shock!  Mungkin Anda juga akan ternganga melihat sungai yang begitu besar di kanan kiri jalan yang Anda lalui. Terlebih jika kita sama, mulai lahir, tumbuh dan hidup di Pulau Jawa. Berapa sih lebar sungai di Jawa itu? Di hulu sungai pun, paling besar mungkin 200 meter-an saja. Rata-rata sungai di Jawa lebarnya  30-80 meter. Dan itupun jumlahnya tak banyak.  Melihat peta geografis posisi Pulau Kalimantan ada di atas Pulau Jawa. Nampak tak begitu jauh, ya? BaBayangannya tak beda jauh dengan Pulau Jawa...

Berkebun Mudah Dari Rumah

 

Berkebun mudah dari rumah


Adakah yang sepakat dengan judul diatas?

Dulunya saya menjawab tidak! 

Sejak dulu tidak ada minat bermain tanah dan tanaman. Sudah lama mengklaim diri tak pandai merawat tanaman dan juga hewan peliharaan. Mungkin karean sejak dulu di keluarga juga tidak terbiasa mempunyai 'peliharaan'. Jadi, secara ilmu dan pengalaman tidak ada. 

Setelah menyimak kuliah tamu Jumagi tentang berkebun bersama ahli, yaitu Britania Sari. Baru itu kali pertama ku belajar serius selama 2 jam tentang berkebun. Saat itu dijelaskan dengan lengkap oleh beliau segala hal tentang berkebun. Hasilnya, saya tertarik dan berminat mencoba berkebun. Bukan semata karena ada challenge yang harus dikerjakan, tapi karena ingin bisa.

Dikuatkan lagi oleh statement dari pemateri bahwa "tidak ada tangan panas", mitos yang selama ini mengutukku dan menjadi alasan ku untuk tidak belajar berkebun. Bahwa semua orang bisa berkebun, akan sukses menanam bila mau berusaha belajar dan praktek. So, aku coba mematahkan mitos sesat itu dan praktek atas teori yang sudah kudapatkan. 

Break my limit! ini yang sedang kulakukan, dengan mendobrak kuadran yang aku tidak bisa dan aku tidak suka. Harapannya bila aku bisa, lama kelamaan aku kan menyukai berkebun. Motivasinya karena ingin merasakan manfaatnya yang begitu banyak, selain itu karena aku tuh doyan sayur, pengen banget bisa metik sayur dari halaman sendiri. 

Mulai dari yang mudah, mulai dari rumah

Mulai dari step yang mudah, yaitu regrow, dari tanaman yang mudah tumbuh dan umur pendek, yaitu bayam. Karena gemar membuat minuman seduhan herbal, maka ku coba regrow kunyit, jahe, temu kunci dan sereh. kucoba juga menanam biji pepaya dan benih bayam.

Setelah menyimak materi kucatat perlengkapan yang diperlukan: tanah, pupuk kandang/humus, sekam bakar, sekam mentah, pot ukuran 35cm dan 20cm, cetok. benih bayam. 

Semua kubeli baru dari toko bunga yang bisa delivery ke rumah, kecuali tanah Bersama anak-anak kami belajar berkebun bersama. Sangat menyenangkan! kami belajar sambil bermain. Semoga hasilnya nanti baik sehingga lebih semangat lagi berkebun😊

Pertama, siapkan media tanam: tanah, pupuk humus (pupuk kandang tidak tersedia), sekam bakar dengan takaran sama. Diaduk rata, dibagi ke pot-pot dan disimpan selama 3 hari di tempat teduh.


Persiapan media tanam
Persiapan media tanam

Setelah media tanam siap (setelah 3 hari), tancapkan empon-empon yang akan di regrow, letakkan di tempat yang teduh juga/ tidak banyak mendapat sinar matahari (khusus empon-empon jahe, kunyit, kunci)

regrow sereh





Persiapan empon empon yang akan diregrow



Tanam biji pepaya

benih bayam yang akan disemai


 

#berkebunchallenge

#challenge4gp5

#gemaripratama5


Komentar

Postingan Populer