Langsung ke konten utama

New Post

Perempuan Negeri Di Atas Air Bicara Rasa : Rasa Penasaran Terhadap Perempuan Desa Kecamatan Danau Panggang Yang Berbuah Pelajaran

Sebuah pelajaran yang diserap dari para perempuan Negeri Di Atas Air, tentang bicara rasa dan asa. Apa yang ada di benak seorang perempuan Jawa melihat rumah-rumah berjejer di tengah sungai seluas lautan?  Shock! Heran, kok bisa ada pedesaan di tempat yang minus daratan! Banyak pertanyaan di kepala Perasaan yang perlu dikonfirmasikan Penasaran yang butuh jawaban Ini bukan tentang rasa-rasa dalam radar lara atau nestapa Ini tentang rasa penasaran yang berbuah pelajaran Geo-shock!  Mungkin Anda juga akan ternganga melihat sungai yang begitu besar di kanan kiri jalan yang Anda lalui. Terlebih jika kita sama, mulai lahir, tumbuh dan hidup di Pulau Jawa. Berapa sih lebar sungai di Jawa itu? Di hulu sungai pun, paling besar mungkin 200 meter-an saja. Rata-rata sungai di Jawa lebarnya  30-80 meter. Dan itupun jumlahnya tak banyak.  Melihat peta geografis posisi Pulau Kalimantan ada di atas Pulau Jawa. Nampak tak begitu jauh, ya? BaBayangannya tak beda jauh dengan Pulau Jawa...

Kiat Cerdas Mengelola Income Keluarga di Masa Pandemi


Webinar dengan narasumber Safir Senduk yang diselenggarakan oleh IWABRI pusat, Rabu 24 Februari 2021.

Seorang istri melekat beberapa peran dalam kehidupan berkeluarga, salah satunya adalah sebagai manager keuangan keluarga. Pantas kiranya memiliki ilmu dalam mengatur sumber pendapatan menjadi kesejahteraan keluarga di masa kini dan masa depan. Berikut kiat-kiat yang bisa diterapkan dalam mengatur finansial keluarga agar bernilai well being dan investing.

Berikut paparan 5 kiat cerdas ala Safir Senduk :
  1. Punya dana cadangan/ dana darurat
  2. Kendalikan pengeluaran
  3. Siapkan dana masa depan
  4. Pilih investasi yang tepat
  5. Memiliki penghasilan lebih dari satu
💰1. Punya dana cadangan/ dana darurat
Dana yang dipakai pada masa krisis, misal ketika terjadi musibah, saat tidak bisa lagi mendapat income karena suatu hal. Besarnya sejumlah 3-6 bulan pengeluaran bulanan. Dana cadangan hendaknya segera dihimpun dari menyisihkan gaji atau menjual aset yang mudah liquid. Dana ini hendaknya cash money yang disimpan pada rekening terpisah dengan rekening gaji, tanpa perlu ATM. Bisa juga dalam bentuk deposito, atau aset yang mudah liquid seperti emas.

💰2. Kendalikan Pengeluaran
Nah, ini tantangan besar, khususnya ibu-ibu😁
Menjaga kesadaran dan kebijakan dalam mempergunakan income pada pos-pos yang penting 
Buat skala prioritas pengeluaran, utamakan pengeluaran penting dan mendesak
Buat 3 pos pengeluaran:
1. Wajib    : pos yang wajib dipenuhi dulu, bila tidak ada konsekuensinya seperti denda atau dosa. Contoh angsuran/cicilan, PLN, zakat.
2. Butuh    : pos yang prioritas penting ditunaikan namun tidak ada konsekusensi denda atau dosa bila tidak dipenuhi. Contoh SPP sekolah, bensin, konsumsi harian
3. Ingin    : pos yang perlu dikendalikan dan kalau tidak memungkinkan tidak perlu diadakan

Kendali mengatur pengeluaran ini sepenuhnya ada di tangan kita, dipengaruhi beberapa faktor :
Buying decission, otak bagian mana yang berperan, dan nilai-nilai yang dianut dalam hidup seseorang 

💰3. Siapkan dana masa depan
 Asuransi boleh dikatakan harus dimiliki sebagai salah satu dana untuk masa depan. Ibarat menyiapkan payung sebelum datangnya hujan. 
Asuransi jiwa untuk sang kepala keluarga
Asuransi kesehatan, khususnya untuk penyakit kritis bagi sang istri
Asuransi pendidikan untuk anak-anak

💰4. Pilih investasi yang tepat
Beberapa pilihan investasi yang lebih menarik dibanding deposito:
a. Obligasi
b. Reksadana
c. Emas
d. Properti : for rent, yang jangka waktu pendek, disewa banyak orang, contoh: kios, ruko/rukan, kostan, apartemen, rumah kontrakan

💰5. Miliki penghasilan lebih dari satu
Punya bisnis atau investasi lain selain pendapatan utama

Beberapa pilihan bisnis dengan modal minim:
1. Pilih produk dengan sistem jual konsinyasi
2. Sebagai jasa perantara/ broker/ makelar
3. Pilih jasa, dengan keahlian/keterampilan yang sudah kita miliki
4. Ikut kolaborasi membangun bisnis bersama partner, dengan bermodal aset atau skill yang sudah kita miliki. 

Komentar

Postingan Populer