Langsung ke konten utama

New Post

Menumbuhkan Otonomi dan Motivasi Internal pada Anak

Rangkuman seminar parenting bertajuk " Tak Ada Orang Tua yang Sempurna " dengan narasumber Ibu Najeela Shihab dan Sekolah Murid Merdeka (SMM). Surabaya, 03 November 2025 diselenggarakan oleh SMM Gubeng-Surabaya. Persepsi Orang Tua tentang Tanggung Jawabnya Menumbuhkan otonomi dan motivasi internal pada anak sejatinya menjadi fokus utama orang tua dalam mengasuh dan mendidik buah hatinya. Sekalipun kita merasa belum menjadi orang tua yang sempurna. Faktanya, memang tak ada orang tua yang sempurna. Lantas, sebaiknya bagaimana menjadi orang tua yang ideal? Mari kita refleksi, figur disiplin seperti apa yang selama ini saya lakukan? Penghukum, pembuat rasa bersalah, teman baik, pemantau atau penumbuh? Tentu ada alasan, persepsi atau pengalaman yang membentuk kita menjadi figur tersebut.  Tipe Orang Tua Permisif Mungkin sebagian orang tua ingin menjadi teman baik sang buah hati. Ternyata, kita tak kan bisa menjadi teman baik anak karena ada kesenjangan yang begitu lebar diantarany...

Puasa Pekan 2 Tahap Kepompong

Jurnal Puasa Pekanan Tahap Kepompong #pekan2

#melatihkonsistensi

#puasacrollmediasosialgadgettimesore

Pekan 2

Pekan 2: puasa scroll medsos di gadget time sore 15.00-17.30
Pekan kedua ini, puasa scroll medsos saya geser ke waktu gadget time sore. Karena puasa pekan 1 di pagi hari itu berjalan sukses, tidak ada halangan yang berarti dan tetap konsistensi sampai saat ini, walaupun sudah lewat masa puasa. Itu artinya, konsisten! Yey...excellent!

Nah, pekan ini saya latih diri untuk tidak khilaf saat gadget time sore, seperti kebiasaan. Puasa pekan ini cukup menantang dibanding pekan pertama. Godaannya besar, dan sering kali khilaf. Sore jam 3, adalah jam bangun dari tidur siang, kalau terlambat tidurnya (sekitar jam 13.30-14.00) baru bangun sekitar 15.30. Waktu yang krusial nih bagi saya, saat bangun tidur siang ini biasanya tubuh masih terasa lesu, enggan bangun, ingin rebahan saja sambil mainin gawainya, apalagi si kecil juga masih tertidur pulas. Leluasa deh main gawainya:( Selain maintainance WAG WAG, gemar juga kepoin story-story di ig, stalking beranda Fb, kepoin status-status WA, hingga cuci mata ke 'mall virtual'

Pekan puasa saya latih maksimal 30 menit setelah melek, maintainance WAG penting-penting saja. Kemudian segera shalat ashar biar ga terlalu lama menunda. Setelahnya, baru scrolling ig dan fb akun yang penting tuk disimak. Menyelesaikan tugas-tugas online yang belum beres 30 menit. Then, harus cut off mengerjakan kewajiban offline. Boleh disambi, dengan menyimak berita/program bermanfaat dari Ipedia atau Ibu Profesional secara virtual. 

Pelaksanaan program puasa pekan ini belum sukses, masih banyak alokasi waktu untuk scroll medsos yang kurang penting, hingga shalat ashar sering molor, tugas online masih banyak belum terselesaikan, dapur dan setrikaan kurang terurus, dududuh...Untung saja ada Kartini Fest yang cukup banyak menyita waktu dan perhatian saya, dari khilaf menyimak yang lainnya. 
So, pekan depan, pekan ketiga saya nilai masih harus melatih disiplin gadget di kurun waktu sore hari!

Jurnal Puasa Pekan 2 Tahap Kepompong 


#institutibuprofesional

#hutankupucekatan

#tahapkepompong

#latihilmunya30hari


Komentar

Postingan Populer